Minggu, 27 April 2014

Stress

Dalam menjalani hidup ini, kehidupan seseorang tidak pernah berjalan mulus tanpa adanya suatu masalah. Bagi seseorang yang kurang ahli atau tidak bisa mengatasi masalah tersebut akan membuatnya terancam dan mengganggu hidupnya dan akan menimbulkan stress. Tapi, apa sebenarnya stress itu? Mari kita bahas.
Pengertian Stress
Stress merupakan bentuk ketegangan fisik, psikis, emosi maupun mental. Ketegangan ini biasanya mempengaruhi kehidupan seseorang. Bahkan dengan stress seseorang akan cenderung mengalami penurunan terhadap kinerja dan produktivitasnya. Sumber stress disebut dengan stressor dan ketegangan yang di akibatkan karena stress, disebut strain.
Sedangkan berdasarkan definisi kerja stress, stress dapat diartikan sebagai:
  • Suatu tanggapan adaptif, dengan adanya perbedaan antara individual dan proses psikologisnya. Yaitu adanya suatu konsekuensi secara berlebihan terhadap seseorang dari apa yang telah ia lakukan. Konsekuensi itu jelas membebani secara fisik maupun mental.
  • Sebagai suatu tanggapan penyesuaian, dipengaruhi oleh perbedaan individu dan atau proses psikologis yang merupakan suatu konsekuensi dari setiap tindakan dari luar (lingkungan ) situasi atau peristiwa yang menetapkan permintaan psikologis dan atau fisik berlebihan pada seseorang.
Akan tetapi stress tidak selamanya bersifat negatif, stress bisa juga bersifat positif jika seseorang menganggap stress sbagai tekanan yang dapat memicu orang tersebut berbuat lebih baik.
Stres dibedakan menjadi dua yaitu stres yang merugikan dan merusak yang disebut distress, dan stres yang positif dan menguntungkan, yang disebut eustres. Setiap individu mempunyai reaksi yang berbeda terhadap jenis stres,  dalam kenyataannya stres menyebabkan sebagian individu menjadi putus asa tetapi bagi individu lain justru dapat menjadi dorongan baginya untuk lebih baik (Tanumidjojo, dkk 2004).
                                         
Pengertian Stress Menurut Para Ahli
Hardjana (1994) mendefinisikan stres sebagai suatu keadaan atau kondisi yang tercipta dalam proses transaksi orang yang mengalami stres dan hal yang dianggap yang mendatangkan stres sehingga membuat orang yang bersangkutan melihat ketidak sepadanan yang bersifat nyata maupun tidak nyata, antara keadaan atau kondisi dan sistem sumber daya biologis, psikologis, dan sosial yang ada padanya.
Menurut Wangsa ( 2010) istilah stres berasal dari kata “stringere “  yang mempunyai arti ketegangan, dan tekanan. Stres merupakan reaksi yang tidak diharapkan yang muncul disebabkan oleh tingginya tuntutan lingkungan kepada seseorang. Dimana harmoni atau keseimbangan antara kekuatan dan kemampuannya terganggu.

Menurut Robbins (2001) stress juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai suatu kesempatan dimana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang. Dan apabila pengertian stress dikaitkan dengan penelitian ini maka stress itu sendiri adalah suatu kondisi yang mempengaruhi keadaan fisik atau psikis seseorang karena adanya tekanan dari dalam ataupun dari luar diri seseorang yang dapat mengganggu pelaksanaan kerja mereka.
Menurut Woolfolk dan Richardson (1979) menyatakan bahwa adanya system kognitif, apresiasi stress menyebabkan segala peristiwa yang terjadi disekitar kita akan dihayati sebagai suatu stress berdasarkan arti atau interprestasi yang kita berikan terhadap peristiwa tersebut, dan bukan karena peristiwa itu sendiri.Karenanya dikatakan bahwa stress adalah suatu persepsi dari ancaman atau dari suatu bayangan akan adanya ketidaksenangan yang menggerakkan, menyiagakan atau mambuat aktif organisme.
Sedangkan menurut Handoko (1997), stress adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Stress yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungannya.
Lazarus (1984) menjelaskan bahwa stress juga dapat diartikan sebagai:
  • Stimulus, yaitu stress merupakan kondisi atau kejadian tertentu yang menimbulkan stress atau disebut juga dengan stressor. 
  • Respon, yaitu stress merupakan suatu respon atau reaksi individu yang muncul karena adanya situasi tertentu yang menimbulkan stress. Respon yang muncul dapat secara psikologis, seperti: takut, cemas, sulit berkonsentrasi dan mudah tersinggung.
Penyebab Stress
Seseorang dapat mengalami stres disebabkan oleh beberapa faktor :
  1. Faktor Eksternal
Faktor eksternal berasal dari luar diri manusia, seperti lingkungan dan keadaan. Contoh dari faktor eksternal adalah karyawan yang diphk, mahasiswa dengan tugas banyak, seseorang mengalami kejadian duka.
  1. Faktor Internal
Faktor internal stress berhubungan erat dengan faktor dari diri sendiri dan keadaannya. Misalnya, harapan yang terlalu tinggi dan sulit mencapainya, ketakutan akan seuatu hal, trauma dll.
Coping stress
Coping adalah proses dimana seseorang mengatur kenyataan atau persepsi mereka terhadap kenyataan yang bertentangan dengan harapan kita dan sumber pemenuhan harapan pada situasi stress.
Menurut Radley (1994), Coping stres yaitu sebagai penyesuaian secara kognitif dan perilaku menuju keadaan yang lebih baik, mengurangi dan bertoleransi dengan tuntutantuntutan yang ada yang mengakibatkan stres.
Untuk penanganan stress, coping memiliki dua jenis fungsi yaitu coping yang terfokus pada emosi dan yang terfokus pada masalah atau problem.
1.Emotion-focused coping
Fungsi dari coping ini adalah untuk mengatur respon emosi dari seseorang melalui perilaku. Contohnya adalah minum alcohol atau mencari dukungan sosial
2.Problem-focused coping
Untuk menangani stress, coping ini lebih menekankan pada pengurangan tuntutan dari stressor atau menambah jumlah sumber daya yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Cara utamanya adalah dengan percaya bahwa mereka dapat mengubah situasi.
Ada banyak jenis metode pada coping stress. Metode-metodenya antara lain direct action (aksi langsung), seeking information (pencarian informasi), turning to other(pembelokan ke yang lain), resigned acceptance(berhenti menerima), emotional discharge (pembebasan emosi), intrapsychic processes(proses jiwa)
Coping pada seseorang tergantung pada dimana tingkat kehidupan orang tersebut. Ada beberapa cara untuk menjadikan coping lebih efektif yaitu :
•  Farmakologi
•  Metode perilaku dan kognitif
•  Meditasi dan hypnosis

Teori Kepribadian Sehat Menurut :
Gordon Allport
Minat Allport terhadap pribadi yang sehat secara psikologis dimulai tahun 1922, yaitu ketika mendapatkan gelar Ph.D. menurut Allport pribadi yang sehat biasanya mempunyai masa kecil yang relative tidak traumatis walaupun pada tahun-tahun berikutnya mereka dapat menghadapi konflik dan penderitaan, orang-orang yang sehat secata psikologi tidak terbebas dari kelemahan-kelemahan ataupun keanehan-keanehan yang membuat mereka unik. Selain itu, usia juga tidakdiperlukan untuk kedewasaan, walaupun manusia yang sehat kleihatan menjadi lebih dewasa saat mereka bertambah umurnya.
Carl Rogers
Roger berpendapat bahwa kepribadian yang sehat, yaitu bukan merupakan suatu keadaan yang ada, melainkan suatu proses “suatu arah bukan suatu tujuan”. Aktualisasi berlangsung terus dan statis. Tujuan, yakni orientasi ke masa depan, menarik individu kedepan dan mengembangkan segala segi dari diri.
Aktualisasi diri merupakan proses yang sukardan kadang-kadang menyakitkan. Aktualisasi diri merupakan ujian, rentangan, dan pecutan terus menerus terhadap kemampuan seseorang.
Aktualisasi diri yakni mereka benar-benar adalah diri mereka sendiri. Mereka tidak bersembunyi dibalik topeng, yang berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan diri mereka sebenarnya.
Roger memberikan lima tanda-tanda orang yang melakukan aktualisasi diri :
1.        Keterbuka pada pengalaman
Kepribadian adalah fleksibel, tidak hanya mau menerima pengalaman-pengalaman yang diberikan oleh kehidupan, tetapi dapat menggunakannya dalam membuka esempatan-kesempatan persepsi dan ungkapan baru. Sebaliknya kepribadian defensif beroperasi menurut syarat-syarat penghargaan adalah statis, tersembunyi dibelakang peran-peranan, tidak dapat menerima atau bahkan mengetahui pengalaman-pengalaman tertentu. Orang yang berfungsi sepenuhnya dapat dikatakan lebih emosional karena mereka mengalami banyak emosi baik yang positif maupun negatif
2.    Kehidupan eksistensial
Orang yang berfungsi sepenuhnya, aktualisasi diri, akan hidup sepenuhnya dalam setiap momen kehidupan karena ia terbuka pada setiap pengalaman. Pengalaman selalu dirasa segar dan baru. Ia tidak akan beperasangka dan mudah menyesuaikan diri terhadap pengalaman sehingga tidak harus memanipulasi apa yang dialaminya sehingga mereka dapat dengan bebas berpartisipasi didalamnya.. Menurut Rogers, kehidupan eksistensial ini merupakan ciri terpenting kepribadian yang melakukan aktualisasi diri/keperibadian yang sehat.
3.    Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri
Orang yang sehat akan terbuka pada pengalaman sehingga ia menerima semua informasi yang ada, informasi dapat berisi kebutuhan-kebutuhan, tuntutan-tuntutan sosial, ingatan-ingatan pada situasi yang serupa pada masa sekarang. Individu yang sehat dapat membiarkan seluruh organisme mempertimbangkan setiap hal, dari suatu situasi dengan.
Faktor emosional maupun intelektual, akan menyerap semua informasi yang diterima. Hal ini menjadikannya dalam membuat keputusan dapat mempercayai organismenya sendiri, intuisinya, impuls-impuls yang timbul seketika. Ia menjadi spontan namun tidak terburu-buru (tidak mempertimbangkan konsekuensi tindakan). Ia percaya dirinya sendiri.
4.    Persaaan bebas
Orang yang sehat dapat memilih dengan bebas tanpa adanya paksaan-paksaan atau rintangan-rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan. Ia memiliki perasaan berkuasa secara peribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya, tidak diatur oleh tingkah laku keadaan atau peristiwa masa lampau. Karena merasa bebas dan berkuasa, ia menjadi mampu melihat banyaknya pilihan dalam kehidupan dan mampu melakukan pilihan-pilihan tersebut sesuai kehendaknya.
5.    Kreativitas
Roger percaya bahwa, orang yang berfungsi sepenuhnya lebih mampu menyesuaikan diri dan bertahan terhadap perubahan-perubahan yang drastis dalam kondisi lingkungan, mereka memiliki kreativitas dan spontanitas untuk menggulangi perubahan-perubahan traumatis.


sumber :
http://afiantika.blogspot.com/2013/05/kepribadian-sehat-menurut-carl-roger.html
http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/2153667-coping-life-style/
Feist, Jess.,&Feist, Gregory. (2010). Teori Kepribadian. Buku 2. Jakarta: Salemba Humanika.   
http://www.psychologymania.com/2012/05/pengertian-stress.html
http://kajianpsikologi.blogspot.com/2012/02/definisi-stres.html




Kamis, 27 Maret 2014

Kesehatan Mental



  1. Kesehatan Mental
Dalam menjalani kehidupan ini sebagai manusia kita membutuhkan semangat, kerja keras , usaha dalam memenuhi baik kebutuhan maupun keinginan. Jika ingin mendapatkan hasil yang diinginkan atau hasil yang optimal didorong dengan kondisi yang sehat. Kondisi yang dimaksud disini ialah kondisi fisik dan mental. Jika kondisi fisik dan mental dalam keadaan sehat tidak hanya terbebas dari penyakit tapi juga terbebas dari gangguan mental. Menurut WHO (World Health Organization) sehat adalah suatu keadaan berupa kesejahteraan fisik, mental dan sosial secara penuh bukan semata-mata hanya terbebas dari penyakit dan keadaan lemah tertentu. 
kesehatan mental diambil dari konsep mental hygiene, kata mental tersebut berasal dari Bahasa Yunani yang berarti kejiwaan. Defnisi kesehatan mental yang diajukan oleh para ahli masih sesuai dengan keahlian masing-masing. Seperti :
1.       “Kesehatan mental merupakan suatu kondisi batin yang senantiasa berada dalam keadaan tenang, aman dan tentram, dan upaya untuk menemukan ketenangan batin dapat dilakukan antara lain melalui penyesuaian diri secara resignasi (penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan)”. (Menurut Menurut Dr. Jalaluddin dalam bukunya “Psikologi Agama”).
2.      Pieper dan Uden (2006)
Kesehatan mental adalah suatu keadaan di mana seseorang tidak mengalami perasaan bersalah terhadap dirinya sendiri, memiliki estimasi yang relistis terhadap dirinya sendiri dan dapat menerima kekurangan atau kelemahannya, kemampuan menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya, memiliki kepuasan dalam kehidupan sosialnya serta memiliki kebahagiaan dalam hidupnya.
3.      Notosoedirjo dan Latipun (2005)
Terdapat banyak definisi dari kesehatan mental (mental hygene) yaitu:
(1). Karena tidak mengalami gangguan mental,
(2). Tidak jatuh sakit akibat stessor,
(3). Sesuai dengan kapasitasnya dan selaras dengan lingkungannya,
(4). Tumbuh dan berkembang secara positif.
Seseorang yang memiliki kesehatan mental (mental hygene) mempunyai ciri-ciri :
A.    Memiliki sikap batin (attitude) yang positif terhadap diri sendiri.
B.     Aktualisasi diri
C.     Mampu mengadakan integrasi dengan fungsi-fungsi psikis yang ada
D.    Mampu hidup mandiri
E.     Mempunyai persepsi yang obyektif terhadap realitas
F.      Mampu menselaraskan kondisi lingkungan dengan diri sendiri. (Jahoda, 1980).
G.    Tidak menyangakal hal-hal buruk yang terjadi di masa lalunya dan masa kini.

  1. Sejarah Kesehatan Mental
ERA PRA ILMIAH
Kesehatan mental yang dikaitkan dengan ilmu psikologi sebenarnya sudah ada sejak jaman pra ilmiah, namun sering dikaitkan dengan kepercayaan terhadap paham Animisme dan Dinamisme. Seperti pada saat jaman era Yunani.

Pada saat jaman Yunani dulu ada suatu aliran yang berpendapat bahwa gangguan mental dan fisik itu akibat dari alam, namun Hipocrates seorang tokoh filsafat Yunani kala itu menolak dan menentang kepercayaan aliran tersebut.

Tidak hanya Hipocrates, ada seorang dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat polotik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini, pasiennya dirantai, diikat ketembok dan tempat tidur. Para pasien yang telah di rantai selama 20 tahun atau lebih, dan mereka dianggap sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya, diantara mereka banyak yang berhasil, mereka tidak lagi menunjukkan kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya.

ERA ILMIAH (MODERN)
Perubahan luar biasa dalam sikap dan cara pengobatan gangguan mental terjadi pada saat berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika pada tahun 1783. Ketika itu Benyamin Rush (1745-1813) menjadi anggota staf medis di rumah sakit Pensylvania. Di rumah sakit ini ada 24 pasien yang dianggap sebagai lunatics (orang gila atau sakit ingatan). Pada waktu itu sedikit sekali pengetahuan tentang penyebab dan cara menyembuhkan penyakit tersebut. Akibatnya pasien-pasien dikurung dalam ruang tertutup, dan mereka sekali-kali diguyur dengan air.

Pada tahun 1909, gerakan mental Hygiene secara formal mulai muncul. Perkembangan gerakan mental hygiene ini tidak lepas dari jasa Clifford Whitting Beers (1876-1943) bahkan karena jasanya itu ia dinobatkan sebagai The Founder of the MentalHygiene Movement. Dia terkenal karena pengalamannya yang luas dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental dengan cara yang sangat manusiawi.

Secara hukum, gerakan mental hygiene ini mendapat pengakuan pada tanggal 3 Juli 1946, yaitu ketika presiden Amerika Serikat menandatangani The National Mental Health Act., yang berisi program jangka panjang yang diarahkan untuk meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat.

Bebarap tujuan yang terkandung dalam dokumen tersebut meliputi

1) Meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat Amerika Serikat, melalui penelitian, investigasi, eksperimen, penayangan kasus-kasus, diagnosis, dan pengobatan.

2) Membantu lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang melakukan kegiatan penelitian dan meningkatkan koordinasi antara para peneliti dalam melakukan kegiatan dan mengaplikasikan hasil-hasil penelitiannya.

3) Memberikan latihan terhadap para personel tentang kesehatan mental.

4) Mengembangkan dan membantu negara dalam menerapkan berbagai metode pencegahan, diagnosis, dan pengobatan terhadap para pengidap gangguan mental.

Pada tahun 1950, organisasi mental hygiene terus bertambah, yaitu dengan berdirinya National Association for Mental Health. Gerakan mental hygiene ini terus berkembang sehingga pada tahun 1975 di Amerika terdapat lebih dari seribu perkumpulan kesehatan mental. Di belahan dunia lainnya, gerakan ini dikembangkan melalui The World Federation forMental Health dan The World Health Organization.
  1. Teori Kepribadian Sehat Menurut  :
A.    Aliran Psikoanalisa
Psikolanalisa merupakan salah satu aliran besar dalam dunia psikologi, pencetus awalnya adalah Sigmund Freud, Sepanjang masa hidupnya, Freud adalah seorang yang produktif. Meskipun ia dianggap sosok yang kontroversial dan banyak tokoh yang berseberangan dengan dirinya, Freud tetap diakui sebagai salah seorang intelektual besar. Pengaruhnya bertahan hingga saat ini, dan tidak hanya pada bidang psikologi, bahkan meluas ke bidang-bidang lain. Karyanya, Studies in Histeria (1875) menandai berdirinya aliran psikoanalisa, berisi ide-ide dan diskusi tentang teknik terapi yang dilakukan oleh Freud. Freud yakin bahwa kepribadian tersusun dari tiga sistem utama: id, ego, superego. Setiap sistem mempunyai fungsi sendiri-sendiri.
·         Id (Das es)
Yaitu aspek biologis adalah struktur paling mendasar dari kepribadian, seluruhnya tidak disadari dan bekerja menurut prinsip kesenangan, tujuannya pemenuhan kepuasan yang segera. Das es = System der unbewussten. Das es merupakan dunia batin atau subjektif manusia, dan tidak mempunyai hubungan langsung dengan dunia objektif. Das es berisikan hal hal dibawa sejak lahir, termasuk instink. Pedoman dalam berfungsinya das es ialah menghindarkan diri dari ketidak enakan dan mengejar keenakan (prinsip kenikmatan / prinsip keenakan)

·         Ego (Das Ich)
Yaitu aspek psikologis. Berkembang dari id, struktur kepribadian yang mengontrol kesadaran dan mengambil keputusan atas perilaku manusia. Superego berkembang dari ego saat manusia mengerti nilai baik buruk dan moral. Das Ich : system der Bewussten vorbewussten. Timbul karena kebutuhan organisme untuk berhubungan secara baik dengan dunia kenyataan ( realitat ). Prinsip kenyataan / prinsip realitas ( realitatsprinzip, the realityprinciple ) dan bereaksi dengan proses sekunder ( sekundar vorgang , secomdary process ).

·         Superego (Das ueber ich)
Yaitu aspek sosiologis. Merefleksikan nilai-nilai sosial dan menyadarkan individu atas tuntutan moral. Apabila terjadi pelanggaran nilai, superego menghukum ego dengan menimbulkan rasa salah. Das ueber ich fungsi pokok : menentukan apakah sesuatu benar atau salah, pantas atau tidak, susila atau tidak, dan demikian pribadi dapat bertindak sesuai dengan moral masyarakat.Conscientia : menghukum orang dengan memberikan rasa dosa. Ich Ideal adalah menghadiahi orang dengan rasa bangga akan dirinya.
 Keperibadian yang normal (sehat) :
1)  Kepribadian yang sehat menurut Freud adalah jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah.
2)   Hasil dari belajar dalam mengatasi tekanan dan kecemasan.
3) Kesehatan mental yang baik adalah hasil dari keseimbangan antara kinerja super ego terhadap id dan ego. Prayitno (1998:42)
B. Aliran Behavioristik

Behaviorisme juga disebut psikologi S – R (stimulus dan respon). Behaviorisme menolak bahwa pikiran merupakan subjek psikologi dan bersikeras bahwa psokologi memiliki batas pada studi tentang perilaku dari kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat diamati. Teori Behaviorisme sendiri pertama kali diperkenalkan oleh John B. Watson (1879-1958)
Aliran behaviorisme mempunyai 3 ciri penting.
1. Menekankan pada respon-respon yang dikondisikan sebagai elemen dari perilaku
2. Menekankan pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari. Behaviorisme menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan.
3. Memfokuskan pada perilaku binatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku manusia dan perilaku binatang. Kita dapat belajar banyak tentang perilaku kita sendiri dari studi tentang apa yang dilakukan binatang.
menurut penganut aliran ini perilaku selalu dimulai dengan adanya rangsangan yaitu berupa stimulus dan diikuti oleh suatu reaksi beupa respons terhadap rangsangan itu. Salah satu penganut watson yang sangat besar masukannya untuk perkembangan behaviorisme adalah B.F. Skinner. Aliran ini memandang manusia seperti mesin yang dapat dikendalikan perilakunya lewat suatu pengkondisian. Ini menganggap manusia yang meberikan respon positif yang berasal dari luar. Dalam aliran ini manusia di anggap tidak memiliki sikap diri sendiri.
Jadi menurut Behaviorisme manusia dianggap memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar. Kepribadian manusia sebagai suatu sistem yang bertingkah laku menurut cara yang sesuai peraturannya dan menganggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.

Kepribadian yang sehat menurut behavioristik:
1. Memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya
2. Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman
3. Sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiri
4.Menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang obyektif

C. Aliran Humanistik
Menurut aliran humanistik kepribadian yang sehat, individu dituntut untuk mengembangkan potensi yang terdapat didalam dirinya sendiri. Bukan saja mengandalakan pengalaman-pengalaman yang terbentuk pada masa lalu dan memberikan diri untuk belajar mengenai suatu pola mengenai yang baik dan benar sehingga menghasilkan respon individu yang bersifat pasif.
Ciri dari kepribadian sehat adalah mengatualisasikan diri, bukan respon pasif buatan atau individu yang terimajinasikan oleh pengalaman-pengalaman masa lalu. Aktualisasi diri adalah mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi setiap individu, karena setiap individu memiliki hati nurani dan kognisi untuk menimbang-nimbang segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Humanistik menegaskan adanya keseluruhan kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri. Bagi ahli-ahli psikologi humanistik, manusia jauh lebih banyak memiliki potensi. Manusia harus dapat mengatasi masa lampau, kodrat biologis, dan ciri-ciri lingkungan. Manusia juga harus berkembang dan tumbuh melampaui kekuatan-kekuatan negatif yang secara potensial menghambat.
Gambaran ahli psikologi humanistik tentang kodrat manusia adalah optimis dan penuh harapan. Mereka percaya terhadap kapasitas manusia untuk memperluas, memperkaya, mengembangkan, dan memenuhi dirinya, untuk menjadi semuanya menurut kemampuan yang ada. Aliran Humanistik juga memfokuskan diri pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya guna meraih potensi maksimal. Manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.

  1. Teori Kepribadian Sehat Menurut Abraham Maslow
Menurut Abraham Maslow dalam karyanya Motivation and Personality, memaparkan terlebih dahulu sejumlah proposisi yang harus diperhatikan sebelum seseorang menyusun sebuah teori motivasi yang sehat. Maslow pertama-tama menekankan bahwa individu merupakan kesatuan yang terpadu dan terorganisasi. Pernyataan ini hampir menjadi aksioma yang diterima oleh semua orang, yang kemudian sering dilupakan dan diabaikan tatkala seseorang melakukan penelitian. Penting sekali untuk selalu disadarkan kembali hal ini sebelum seseorang melakukan eksperimen atau menyusun suatu teori motivasi yang sehat.
Maslow menejelaskan kepribadian sehat melalui “Hierarki Kebutuhan Manusia”. Sebuah gambaran tingkatan kebutuhan manusia. Dasar dari hierarki ini menyatakan bahwa seseorang harus memuaskan berbagai kebutuhan dasar fisik maupun psikologisnya agar dapat mencapai tingkat akkualisasi diri. Dalam arti kata lain, seseorang harus memenuhi kebutuhan tingkat yang paling rendah dan yang paling kuat sebelum muncul kebutuhan tingkat kedua dan seterusnya naik tingkat sampai muncul kebutuhan  kelima yang paling tinggi yaitu aktualisasi diri. Berikut 5 kebutuhan-kebutuhan itu dalam tingkatan dari yang rendah ke yang tinggi:
1)      Kebutuhan fisiologis
kebutuhan-kebutuhan yang jelas terhadap makanan, air, udara, tidur, dan seks. Pemuasan terhadap kebutuhan-kebutuhan itu sangat penting untuk kelangsungan hidup.
2)      Kebutuhan-kebutuhan Akan Rasa Aman
kebutuhan-kebutuhan akan jaminan, stabilitas, perlindungan, ketertiban, bebas dari ketakutan dan kecemasan.
3)      Kebutuhan Akan Memiliki dan Cinta
kita dapat menggabungkan diri dengan suatu kelompok atau perkumpulan, nilai-nilai dan sifat-sifat atau memakai pakaian yang sama dengan maksud supaya merasakan perasaan memiliki. Kita memuaskan kebutuhan-kebutuhan kita akan cinta dengan membangun suatu hubungan akrab dan penuh perhatian dengan orang lain.
4)      Kebutuhan Akan Penghargaan
Penghargaan yang berasal dari orang-orang lain dan penghargaan terhadap diri sendiri. Penghargaan yang berasal dari luar dapat berdasarkan reputasi, kekaguman, status, popularitas, prestise, atau keberhasilan dalam masyarakat. Apabila kita merasakan suatu perasaan penghargaan dari, kita merasa yakin dan aman akan diri kita, kita juga merasa berharga dan adekuat.
5)      Kebutuhan Akan Aktualisasi-Diri
Aktualisasi-diri didefinisikan sebgai perkembangan yang paling tinggi dan penggunaan semua bakat kita, pemenuhan semua kualitas dan kapasitas kita. Dalam diri orang yang mengaktualisasikan diri, yakni orang yang bergerak atau tumbuh dengan cara yang sehat, kebutuhan-kebutuhan yang rendah tidak berbenturan dengan kebutuhan-kebutuhan dasar..


Menurut Maslow individu yang telah mencapai tingkat aktualisasi diri akan selalau berfikir positif dalam segala hal dihidupnya dan telah mencapai tingkat kesehatan mental yang paling tinggi.

http://staciafie.wordpress.com/2013/03/27/konsep-sehat-dalam-kesehatan-mental-psikologi/
http://psyche2nest.wordpress.com/2012/04/26/teori-kepribadian-sehat/
http://prabowo17.blogspot.com/2013/04/perbedaan-kepribadian-sehat-menurut.html

Selasa, 28 Januari 2014

Being Twenty Something is Hard













Penulis                         :           Dewi Pravitasari
Penerbit                       :           Diwan Publishing
Tanggal Terbit             :           Agustus 2007
Jumlah Halaman          :           377

Novel karangan Dewi Pravitasari ini menceritakan tentang seorang Psikolog muda yang sukses dan cantik lulusan Sorbone. Ia bernama Saraswati Sentono (Sara), Profesinya menuntut ia harus bersikap professional dan bijaksana dalam menyikapi pasien dan permasalahannya.
Pada suatu hari, saat sedang jam konsulnya Sara dikejutkan oleh kehadiran Zani (sang mantan pacar). Sara yang telah berusaha keras selama 4 tahun menghindar, melupakan, memaafkan dan usaha lainnya harus berhadapan dengan orang yang pernah menorehkan luka kelam. Sara yang begitu terkejut mulai bermain dengan pikirannya, apa motif dibalik hadirnya Zani di ruangannya tersebut. Apakah unsur ketidak sengajaan atau sebaliknya? Sara yang sasar akan profesinya harus bersikap sewajar mungkin.
Dihari yang sama setelah kejadian mengejutkan bertemu Zani, Sara secara tidak sengaja bertemu pula dengan Radit (kaka tiri Zani). Radit yang pernah mengisi hati Sara jauh sebelum ia mengenal Zani. Membuat Sara kembali teringat dengan kenangan masa lalunya 12 tahun yang lalu.Dimana kedua pria tersebut sama-sama pernah mengisi hati dan hari-harinya. Dimulai dari kebahagiaan dan rasa sakit yang begitu dalam.
Pada novel ini, diceritakan Sara mengalami fase Quarter-life crisis yaitu krisis yang menimpa orang dari yang berada di usia 20-an, akibat tekanan lingkungan dan ekspektasi yang berlebihan di usia muda. Sara yang lebih mengalami dari segi pernikahan membuat hubungan dengan Zani menjadi kacau dan mengalami perpisahan dengan meninggalkan begitu luka yang dalam. Setelah 4 tahun berlalu, setelah pertemuan yang tidak disengaja itu Sara yang mulai menyadari ada hal yang masih tertinggal untuk Radit dan mereka berdua mulai berani untuk terbuka tentang perasaan yang tak sempat direalisasikan. Tetapi perasaan tersebut hanya sebatas ungkapan kejujuran tidak pernah menjadi suatu hubungan. Disisi lain, Zani terus berusaha agar Sara dapat kembali kepangkuannya.
Kelebihan :
Kelebihan novel ini banyak pelajaran yang dapat diambil tentang kehidupan, bagaimana menyikapi suatu masalah, selalau bersikap positif dan semangat, dan mampu melihat hikmah dibalik setiap kejadian/cobaan yang terjadi didalam hidup. Dan novel”Being Twenty- Something is Hard ini dikemas dengan dialog yang ringan yang mampu menyihir pembaca untuk larut kedalam cerita.

Kekurangan :
-----------

klik disini

aniandriani
asma amalia
carin ryanti

Rabu, 22 Januari 2014

Psikologi dan Internet dalam Lingkup Interpersonal


1.      Psikologi ketertarikan interpersonal dalam internet
Pada zaman yang serba modern ini , internet sudah menjadi bagian hidup bagi seluruh masyarakat di dunia. Baik untuk urusan sekolah, pekerjaan, shopping dan travelling bahkan internet berguna untuk menjalin komunikasi antar sesama manusia.
Dalam urusan sekolah dan pekerjaan, internet berfungsi sebagai tempat untuk mendapatkan informasi yang sangat luas dan menjadi referensi dari berbagai sumber. Untuk urusan shopping dan travelling informasi juga dapat diakses dengan mudah dan banyak sekali promo-promo yang menggiurkan. Dan internet juga terdapat jejaring social seperti, twitter, facebook, Friendster, skype, yahoo, google dan banyak lagi lainnya. Terdapat begitu banyak social networking ini dapat mempermudah individu dalam menjalin komunikasi. Mempermudah dalam arti tidak perlu biaya banyak , dapat menghemat waktu dan tidak dibatasi oleh jarak. Pengguna dapat terhubung dengan pengguna lain dibelahan dunia manapun dan kapanpun itu. Hal ini menjadi suatu ketertarikan sendiri bagi individu karena semua dilakukan dengan praktis.
Komunikasi yang terjalin dalam dunia internet memunculkan suatu hubungan interpersonal Antara individu satu dengan lainnya, seperti antara teman, sahabat, partner kerja, pacar, suami, istri dan keluarga. Bahkan tidak sedikit kita dapat bertemu atau mendapatkan kenalan baru. Komunikasi yang terjalin di dunia maya sangat berbeda dengan komunikasi dengan dunia nyata, dalam arti walaupun semua dilakukan dengan praktis tetapi komunikasi yang terjalin dibatasi oleh layar komputer. Kita tidak bisa melihat lawan bicara kita secara fisik bahkan terkadang identitas dapat disembunyikan dengan berbagai macam animasi, artis idola dan banyak hal lainnya. Kita bisa mengenal lawan bicara kita sebatas penggunaan kata-kata atau rangkaian kalimat. Hal itu sangat berbeda jika kita bertemu lawan bicara kita secara langsung, kita dapat melihat secara fisik, kita dapat melihat gerak-gerik saat ia berbicara, kepribadiannya. Jadi, ketertarikannya lebih nyata tanpa harus berandai-andai.
Tetapi, dengan tidak melihat secara fisik tidak menyurutkan pula minat sebagian orang untuk terus menjalin komunikasi di internet. Karena sebagian orang berpendapat bahwa hanya dengan kata-kata mereka dapat mengekspresikan pikiran, ide, pendapat mereka dan dapat mengurangi tingkat ke khawatiran seperti, rasa gugup, takut akan penolakan, takut akan salah berbicara atau berpendapat. Dan bahkan dengan berkembangnya teknologi, muncul sebuah emoticon yang mewakili sebuah perasaan tanpa harus berkata panjang lebar. Banyak orang yang hanya perduli dengan teman-temannya di social media karena menurutnya mereka semua mempunyai kesamaan dari segi visi,misi,nasib,hobby,kesukaan dan banyak lagi.  Tetapi, seseorang yang lebih nyaman berkomunikasi di dunia maya belum tentu dalam dunia nyata dia dapat berperan aktif bahkan bisa jadi sangat berbeda dalam kehidupan sehari – harinya. Padahal kehidupan nyatalah yang paling berpengaruh dalam kehidupan orang tersebut.
2.      Hambatan psikologi dalam interpersonal psychology relation
Ketika sudah terjalin suatu komunikasi interpersonal, maka akan timbul sebuah hubungan didalamnya. Hubungan tersebut seperti yang telah dijelaskan diatas seperti pertemanan, hubungan pekerjaan dan kekasih. Dalam hubungan ini banyak sekali hambatannya, seperti
a.       Identitas palsu
Karna terbatas dengan layar computer dan komunikasi yang terjalin hanya sebatas kata-kata, banyak orang yang memalsukan identitasnya karena beberapa factor seperti, tidak percaya diri, ingin diakui dan ingin meraih sesuatu dengan cara yang salah.
Contohnya, seperti :
-          Dalam dunia bisnis, banyak oknum yang menjalin kerja sama dengan ditawari harga murah dengan kualitas bagus tetapi saat sudah terjdi kesepakatan dan transaksi oknum tersebut menghilang.
-          Terdapat juga oknum yang mengatas namakan suatu produk dan memberi informasi bahwa target berhasil memenangkan hadiah dengan membayar harga yang telah disepakati. Uang telah diterima tapi hadiah tidak kunjung dating
selain dari dunia bisnis, tak jarang dalam urusan percintaan mempunyai hambatan, seperti :
-          Seseorang yang telah berstatus menikah dalam akun pribadinya mengganti menjadi single hanya untuk kesenangan semata
-          Seseorang yang mengganti atau menggunakan foto atau biodata palsu yang membuatnya menarik, setelah bertemu secara fisik berbanding terbalik dengan yang tertera dalam internet. Bahkan sering terjadi kejahatan dan pemerkosaan.
b.      Kurangnya suatu komitmen
Banyak terjadi suatu kasus seperti suatu hubungan asmara yang terjalin di dunia maya berakhir begitu saja.
c.       Tidak ada ikatan emosianal
Karena tidak pernah bertemu secara fisik tidak pernah muncul ikatan emosi satu sama lain sehingga jarang mengerti satu sama lain
3.      Perilaku negative dalam interpersonal realtion
Dalam hubungan interpersonal relation selain hambatan terdapat pula perilaku negative seperti :
-          cyber cheating (kecurangan) maksudnya disini seperti penipuan dalam dunia bisnis dan perselingkuhan yang sering terjadi dalam suatu hubungan asmarah karena adanya penipuan identitas, janji palsu dan kurangnya komitmen. Disini salah satu pihak merasa sangat dirugikan
-          cyber flirting
selain didunia nyata flirting atau merayu kerap terjadi di dunia maya, dimana seseorang merayu lawan bicaranya dengan perkataan kurang sopan bahkan sudah diluar batas
-          bullying
pada dunia maya banyak terjadi bullying seperti diperolok dalam Bahasa kasar atau lebih parah lagi mereka membuat akun tersendiri yang khusus untuk membully target
-          pornografi
banyak situs yang telah mempertontonkan gambar yang bukan buat umum, dengan kecanggihan teknologi semua dapat diakses dengan mudah.



klik disini

Kamis, 21 November 2013

Jaringan


JARINGAN


Dalam mengakses internet baik di komputer, notebook atau di handphone. Kita pasti membutuhkan suatu penghubung, nah penghubung itu kita sebut Jaringan. Dimana jaringan ini menggunakan sinyal analog, jaringan yang telah ada banyak sekali. Disini kita akan membahas jaringan GPRS , EDGE DAN 3G.

GPRS

GPRS adalah singkatan dari General Packet Radio Service. Sebuah jaringan yang akan memudahkan pengguna teknologi untuk mengirimkan atau mentransfer data dalam bentuk paket. GPRS disebut juga teknologi 2.5G merupakan evolusi dari teknologi 1G dan 2G. GPRS pertama kali muncul sekitar tahun 2001 yang dipromosikan oleh IM3. GPRS merupakan teknologi  yang mempunyai laju bit yang lebih tinggi dengan tarif yang rendah. GPRS  menjanjukan kecepatan mulai dari 56 kbps sampai 115 kbps. Hal ini memungkin pengguna mengakses internet, pengiriman data multimedia ke komputer, notebook dan handheld computer. Tapi kecepatan itu tergantung dari faktor-faktor seperti konfugurasi dan alokasi time slot pada level BTS, software yang digunakan dan dukungan fitur dan aplikasi ponsel yang digunakan.

EDGE

EDGE atau Enhanced Data rates for GSM Evolution adalah teknologi evolusi dari GSM dan IS-136 untuk meningkatakan kecepatan transmisi data, egisiensi spektrum dan memungkinnya penggunaan aplikasi-aplikasi baru serta meningkatan kapasitas. Jaringan ini juga disebut teknologi 2.75G dan diperkenalkan sekitar tahun 2003. Kecepatan pada EDGE lebih baik dibandingkan gprs yaitu kecepatan datanya sebesar 384 kbps dan secara teori dapat mencakpai 473,6 kbps. Kecepatan data pada EDGE tiga kali lebih besar dari GPRS.

3G

3G atau biasa disebut UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service) adalah perkembangan dari EDGE. 3G ini dperkenlakan pada tahun 2001 di jepang. Sebelum 3G ada para pendahulunya seperti 1G DAN 2G. “G” disini maksudnya adalah generasi dari teknologi layanan data dan komunikasi wireless. Khususnya untuk mobile phone. Karena mengalami perkembangan maka semakin besar angkanya semakin canggih teknologinya dan semakin banyak kemudahan yang didapat. 3G sendiri memiliki kapasitas pengeriman dan penerimaan lebih besar dan lebih cepat. Bahkan 3G dapat melakukan video call. Teknologi 3G sering juga disebut dengan mobile broadband karena keunggulannya sebagai modem untuk internet yang bersifat portable. 3G memiliki kecepatan transfer data minimum 2Mbps pada pengguna yang dalam posisi diam atau berjalan kaki dan 384 kbps pada pengguna yang berada di dalam kendaraan

HSDPA


HSDPA singkatan dari High-Speed Downlink Packet Access.HSDPA ada sekitar tahun 2006 di Eropa. HDSPA memiliki kecapatan maksimal 3.6 Mbps. Hingga saat ini perangkata yang menggunakan jaringan HSDPAmemiliki kecepatan akses data hingga 7.2 Mbps. HSDPA merupakan salah satu protokol yang memperbaiki proses downlink atau penurunan dadta dari server ke perangkat (unduh). Dengan kecepatan yang dimiliki oelh HSDPA pengguna perangkat dapat menerima data yang berukuran besar seperti lampiran pada e-mail, presentasi dalam bentuk power point atau membuka halaman web.

http://aniandriani.wordpress.com/
carinriyanti.blogspot.com
amaliiaasma@blogspot.com

Jumat, 01 November 2013

Plagirarisme

Plagiarisme adalah jenis perbuatan seperti menjiplak mengklaim atau mengambil hak cipta orang lain. Seseorang yang melakukan perbuatan seperti ini disebut plagiat atau plagiator. Perbuatan tersebut termasuk dalam bentuk kejahatan, karena mengambil karya orang lain tanpa meminta izin. Bahkan telah tertera peraturan tentang larangan atau sanksi terhadap plagiat : Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI no. 17 Tahun 2010 tentang SANKSIbagi pelaku plagiat
Bentuk plagiarisme ini bermacam-macam, seperti mangambil pendapat orang lain, karangan, ide, pemikiran, dan hasil karya. Seiring berjalannya waktu, bentuk plagiarisme ini terlihat begitu lazim. Kita dapat melihat dari kalangan pelajar sebagai contoh siswa yang mencontek pekerjaan temannya dan mendapat nilai bagus. Dengan bangganya ia memamerkan hasil pekerjaannya. Lalu pada situasi diskusi seseorang mengemukakan pendapat yang ternyata adalah hasil pemikiran orang lain. Para pembajak yang menyebar luaskan cd dvd bajakan dengan harga yang murah. Bahkan seperti yang kita sering lihat ditelevisi. Suatu produk baru akan diikuti produk lain dengan fungsi dan khasiat yang sama, hanya membedakan kelebihan sedikit saja.

Hal ini jelas-jelas akan mematikan kreatifitas seseorang, karena dengan cara instan mereka dapat meraih keuntungan dengan begitu mudahnya. Tanpa memperdulikan dari segi perasaan dan keuntungan secara materi. Hal ini akan terus terlihat sepele dan berlangsung apabila dari pemerintah tidak bertindak tegas. Jika terus seperti ini, kemungkinan seseorang akan menjadi pemalas tidak mempunya kratifitas yang tinggi,  dan akan bergantung kepada orang lain dan hanya mengikuti suatu zaman tanpa pernah mencoba membuat trobosan baru.
klik disini