Minggu, 09 November 2014

perencanaan penetpan dan pengornaisasian dalam struktur manajemen



Perencanaan
Suatu proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai suatu tujuan perusahaan tersebut dan tidak berhenti pada bagaimana perusahaan membuat strategi tapi mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi yang berguna untuk kelangsungan pencapaian suatu tujuan perusahan. Perencanaan merupakan prosses yang sangat penting dalam menejemen, karena tanpa perncanaan dalam perusahaan fungsi seperti pengorganisasian, pengarahan dan pengontrolan tidak akan berarti.
Pada artikel diatas, pemerintah memberikan perhatian yang tinggi pada perkembangan ekonomi di Indonesia dan pemerintah telah mempunyai target dalam mencapai tujuannya. Untuk itu diperlukan suatu perencanaan. Perencanaan yang pemerintah buat dalam pembangunan yang saling terkait, yaitu.
a.       Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RP JPN)
b.      Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RP JMN)
Masterpian Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

Kamis, 09 Oktober 2014

Upaya Membuat Perusahaan Sukses dan Terkenal

Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula yang tidak. Bagi perusahaan yang terdaftar di pemerintah, mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaannya. Badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi.
Dalam memajukan atau mensukseskan suatu perusahaan perlu diperhatikan beberapa hal. Yaitu, dimulai dari segi pemimpin perusahaan, karyawan, etika kerja dan budaya organisasi yang saling mempengaruhi.
Dari segi pemimpin, suatu perusahaan harus mempunyai pemimpin yang punya karakteristik kepemimpinan. Dengan adanya karakteristik kepemimpinan itu seseorang dapat mempengarui orang lain, karakteristik ini akan efektif jika ada interaksi antara karakter pribadi dan situasi.
  • Menurut Contingen Theory dikembangkan oleh Fred Fields (Fiedl. 78)
Bicara tentang efektifitas leadership yang dipengaruhi oleh interaksi antara karakteristik seorang leader dan situasi dan mampu mengontrol situasi. Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi ke efektifitasan :
1.      Interaksi leader dan follower
2.      Struktur penugasan
3.      Otoritas
  • Path – Goal Theory (lebih focus kepada perilaku seorang leader untuk mengoptimalkan bawahannya untuk mencapai suatu tujuan).
Ada empat gaya kepemimpinan yang mendorong bawahannya agar mencapai tujuan:
1.      Directif leadership (menunjukan apa yang harus dilakukan atau tidak, menunjukan arah).
2.      Suportif (mendukung), bawahan melakukan kemauan sendiri untuk mencapai goal.
3.      Partisipasi Leadership (bawahan diajak diskusi dalam mengambil suatu keputusan) sama – sama berfikir.
4.      Achievment Oriented Leadership (leader menentukan target pada karyawan).
Diantara keempat gaya kepemimpinan ini tidak ada benar dan tidak ada yang salah, semua hanya tergantung pada situasi.
  • Leader – member exchange theory (Grean dkk, 75)
Bagaimana interaksi antara leader dan memberi mempengaruhi proses kepemimpinan (harus rukun). Contohnya : supervisor dengan bawahan hubungannya terjalin dengan baik. Dengan theory ini bawahan menjadi berguna (diberdayakan).
  • Implict Leadership
Seorang good leader, dapat atau mau mengubah cara kepemimpinannya sesuai situasi. Akan tetapi anggapan good leader itu tergantung dari persepsi bawahannya.
selain itu ada beberapa gaya kepemimpinan yang dapat mempengaruhi kemajuan atau kesuksesan perusahan.
1)      Otoriter vs Demokratis
Pada otoriter kekuasaan di pegang penuh oleh leader (baik keputasan atau situasi). Sementara, pada demokratis bukan hanya leader yang membuat keputusan tapi bawahan dapat berpartisipasi.
2)      Transaksional vs Transformasi
Pada transaksional gaya pemimpinannya leader menentukan target pada karyawan, leader juga menujukan arah seperti apa yang harus dilakukan dan yang tidak. Tetapi tetap ada feedback. Sementara transformasi, leader menginspirasi bawahannya, menciptakan suasan yang nyaman
3)      Pemimpin Karismatik
Memiliki pribadi yang kuat (bukan berarti dominan), seseorang yang punya karisma dan pemimpin yang memiliki visi yang jelas.
Dari segi karyawan, agar perusahaan dapat mensukseskan perusahaan harus ada motivasi dalam bekerja, kejujuran, kesetiaan pada perusahaan,aktif,mampu memberi ide – ide atau pendapat dalam musyawarah pengambilan keputusan. Selain itu karyawan yang tidak dalam keadaan stress lebih dapat bekerja optimal, lalu perusahaan juga harus memperhatikan tunjangan – tunjangan terhadap kehidupan karyawan karena bagaimana pun karyawan atau bawahan adalah manusi. Dengan dipenuhi seluruh haknya dengan adil besar kemungkinan karyawan akan melaksanakan kewajibannya dengan maksimal dan akan membawa perusahaan itu kearah yang lebih bagus bahkan dapat mencapai tujuan.
Budaya Organisasi adalah bagaimana seseorang dalam berorganisasi berbagai nilai hidup, keyakinan dan tradisi. Secara umum, budaya organisasi ialah cara berfikir inovatif dari para anggota organisasi yang membedakan anggota organisasi A dan anggota organisasi B. Budaya organisasi tersebut dibentuk oleh anggota organisasi.
Etika di tempat Kerja. Pada dasarnya etika kerja itu tergantung budaya organisasi dalam perusahaan tersebut. Mampu kah para anggota baik leader atau karyawan menaati peraturan yang sudah dibuat sehingga ada aturan baku yang tidak bisa dilanggar.

CARA AGAR PERUSAHAAN LEBIH TERKENAL
Cara paling ampuh pada saat ini dalam hal promosi adalah internet. Dengan internet kita dapat memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat luas. Beberapa contoh fungsi internet dapat membuat perusahaan terkenal.
  1. Membuat Fans Page Facebook
Selain untuk berpromosi tentang produk atau jasa yang ditawarkan perusahan, dapat memperkenalkan perusahaan. Tampilkan segala kelebihan dan Keuntungan yang terdapat dalam perusahaan.
  1. Blog
Melalui blog kita dapat pula mempromosikan perusahan atau produk kita. Kita punya halaman sendiri sehingga dapat memberi informasi yang begitu luas tentang perusahaan.
  1. Memanfaatkan Media Iklan di Internet
Iklan PPC, adalah sebuah jenis iklan di mana perusahaan hanya akan membayar untuk setiap klik yang terjadi pada iklan yang dipasang. Contoh iklan PPC ini misalnya iklan di Google Adwords, iklan di Facebook, dan banyak lagi berbagai layanan iklan PPC lainnya.
Iklan dalam bentuk video, media video juga bisa dijadikan sebagai sarana beriklan. Anda bisa coba buat video promosi, lalu sebarkan video tersebut di Youtube, maka nanti akan semakin banyak orang yang tahu mengenai produk tersebut.
  1. Logo
Dengan membuat suatu logo perusahaan itu akan mudah diingat oleh masyarakat luas. Logo yang menarik akan mudah diingat dan disukai.


sumber :
http://jefferlysuperclub.com/cara-cara-super-menjadikan-perusahaan-anda-dikenal-lewat-internet/

Jumat, 23 Mei 2014

Penyesuaian Diri

Penyesuaian Diri

Penyesuaian diri dalam Bahasa inggris disebut adjustment atau personal adjustment. Pengertian penyesuain diri adalah suatu proses dimana individu mampu melakukan penyesuaian atau adanya perubahan tingkah laku, pola pikir agar tercipta hubungan baik antara individu dan lingkungannya. Dengan melakukan suatu penyesuaian diri itu dapat membuat individu tersebut sehat secara fisik dan mentalnya. Karena tidak ada rasa cemas, resah atau perasaan tidak diterima (terasingkan) karena tidak mampu melakukan penyesuain diri. Menurut Schneiders, penyesuaian diri itu dapat dilihat dari tiga sudut pandang :
1.      Penyesuaian diri sebagai adaptasi (adaptation)
Penyesuaian diri sebagai adaptasi berarti individu lebih kearah fisik, fisiologis atau biologis. Sebagai contoh, seorang yang pindah ke daerah tropis mampu menyesuaikan dengan iklim tersebut.
2.      Penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas (conformity)
Individu mampu menghidari diri dari penyimpangan, baik secara moral,social dan emosional (berkaitan dengan norma).
3.      Penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan (mastery)
Kemampuan individu merencanak atau mengorganisasi stimulus yang ada sehingga tidak timbul konflik yang meberikan kesulitan untuk individu tersebut.

Konsep Penyesuaian Diri yang Sehat

Penyesuaian diri yang sehat itu berhubungan dengan Kesehatan Mental, walau berhubungan tetapi tidak mudah ditetapkan. Kesehatan mental merupakan suatu hal yang penting karena sangat dibutuhkan untuk penyesuaian diri yang baik dan begitu juga sebaliknya. Apabila seseorang sehat secara mental otomatis dia mampu melakukan penyesuaian diri yang baik atau sehat. Dapat dikatakan kesehatan mental adalah kunci utama untuk penyesuaian diri (Scott,1961).
Karakteristik Penyesuaian diri yang sehat, antara lain :
1.   Mampu menilai dirinya sebagaimana adanya

2.   Mampu menilai situasi secara realistik

3.   Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistic

4.   Menerima  tanggung jawab

5.   Kemandirian

6.   Dapat mengontrol emosi

7.   Berorientasi tujuan

8.   Berorientasi keluar

9.   Penerimaan sosial

10. Memilki filsafat hidup

11. Berbahagia


Selain berhubungan dengan kesehatan mental, penyesuaian diri yang sehat berarti kita menyesuaikan diri terhadap hal-hal positif. Seperti yang dikemukakan oleh Hariyadi dkk.

Menurut Hariyadi dkk. (2003) terdapat beberapa karakteristik penyesuaian diri yang positif, diantaranya:

1. Kemampuan menerima dan memahami diri sebagaimana adanya. Karakteristik ini mengandung pengertian bahwa orang yang mempunyai penyesuaian diri yang positif adalah orang yang sanggup menerima kelemahan-kelemahan, kekurangan-kekurangan di samping kelebihan-kelebihannya. Individu tersebut mampu menghayati kepuasan terhadap keadaan dirinya sendiri, dan membenci apalagi merusak keadaan dirinya betapapun kurang memuaskan menurut penilaiannya. Hal ini bukan berarti bersikap pasif menerima keadaan yang demikian, melainkan ada usaha aktif disertai kesanggupan mengembangkan segenap bakat, potensi, serta kemampuannya secara maksimal.

2. Kemampuan menerima dan menilai kenyataan lingkungan di luar dirinya secara objektif, sesuai dengan perkembangan rasional dan perasaan. Orang yang memiliki penyesuaian diri positif memiliki ketajaman dalam memandang realita, dan mampu memperlakukan realitas atau kenyataan secara wajar untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Ia dalam berperilaku selalu bersikap mau belajar dari orang lain, sehingga secara terbuka pula ia mau menerima feedback dari orang lain.

3. Kemampuan bertindak sesuai dengan potensi, kemampuan yang ada pada dirinya dan kenyataan objektif di luar dirinya. Karakteristik ini ditandai oleh kecenderungan seseorang untuk tidak menyia-nyiakan kekuatan yang ada pada dirinya dan akan melakukan hal-hal yang jauh di luar jangkauan kemampuannya. Hal ini terjadi perimbangan yang rasional antara energi yang dikeluarkan dengan hasil yang diperolehnya, sehingga timbul kepercayaan terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungannya.

4. Memiliki perasaan yang aman dan memadai Individu yang tidak lagi dihantui oleh rasa cemas ataupun ketakutan dalam hidupnya serta tidak mudah dikecewakan oleh keadaan sekitarnya. Perasaan aman mengandung arti pula bahwa orang tersebut mempunyai harga diri yang mantap, tidak lagi merasa terancam dirinya oleh lingkungan dimana ia berada, dapat menaruh kepercayaan terhadap lingkungan dan dapat menerima kenyataan terhadap keterbatasan maupun kekurangan-kekurangan dan lingkungan-nya.

5. Rasa hormat pada manusia dan mampu bertindak toleran Karakteristik ini ditandai oleh adanya pengertian dan penerimaan keadaan di luar dirinya walaupun sebenarnya kurang sesuai dengan harapan atau keinginannya.

6. Terbuka dan sanggup menerima umpan balik Karakteristik ini ditandai oleh kemampuan bersikap dan berbicara atas dasar kenyataan sebenarnya, ada kemauan belajar dari keadaan sekitarnya, khususnya belajar mengenai reaksi orang lain terhadap perilakunya.

7. Memiliki kestabilan psikologis terutama kestabilan emosi Hal ini tercermin dalam memelihara tata hubungan dengan orang lain, yakni tata hubungan yang hangat penuh perasaan, mempunyai pengertian yang dalam, dan sikapnya wajar.

8. Mampu bertindak sesuai dengan norma yang berlaku, serta selaras dengan hak dan kewajibannya.

9. Individu mampu mematuhi dan melaksanakan norma yang berlaku tanpa adanya paksaan dalam setiap perilakunya. Sikap dan perilakunya selalu didasarkan atas kesadaran akan kebutuhan norma, dan atas keinsyafan sendiri.


Daftar Pustaka :
http://belajarpsikologi.com/pengertian-penyesuaian-diri/
http://himcyoo.wordpress.com/2012/05/12/1763/

Minggu, 27 April 2014

Stress

Dalam menjalani hidup ini, kehidupan seseorang tidak pernah berjalan mulus tanpa adanya suatu masalah. Bagi seseorang yang kurang ahli atau tidak bisa mengatasi masalah tersebut akan membuatnya terancam dan mengganggu hidupnya dan akan menimbulkan stress. Tapi, apa sebenarnya stress itu? Mari kita bahas.
Pengertian Stress
Stress merupakan bentuk ketegangan fisik, psikis, emosi maupun mental. Ketegangan ini biasanya mempengaruhi kehidupan seseorang. Bahkan dengan stress seseorang akan cenderung mengalami penurunan terhadap kinerja dan produktivitasnya. Sumber stress disebut dengan stressor dan ketegangan yang di akibatkan karena stress, disebut strain.
Sedangkan berdasarkan definisi kerja stress, stress dapat diartikan sebagai:
  • Suatu tanggapan adaptif, dengan adanya perbedaan antara individual dan proses psikologisnya. Yaitu adanya suatu konsekuensi secara berlebihan terhadap seseorang dari apa yang telah ia lakukan. Konsekuensi itu jelas membebani secara fisik maupun mental.
  • Sebagai suatu tanggapan penyesuaian, dipengaruhi oleh perbedaan individu dan atau proses psikologis yang merupakan suatu konsekuensi dari setiap tindakan dari luar (lingkungan ) situasi atau peristiwa yang menetapkan permintaan psikologis dan atau fisik berlebihan pada seseorang.
Akan tetapi stress tidak selamanya bersifat negatif, stress bisa juga bersifat positif jika seseorang menganggap stress sbagai tekanan yang dapat memicu orang tersebut berbuat lebih baik.
Stres dibedakan menjadi dua yaitu stres yang merugikan dan merusak yang disebut distress, dan stres yang positif dan menguntungkan, yang disebut eustres. Setiap individu mempunyai reaksi yang berbeda terhadap jenis stres,  dalam kenyataannya stres menyebabkan sebagian individu menjadi putus asa tetapi bagi individu lain justru dapat menjadi dorongan baginya untuk lebih baik (Tanumidjojo, dkk 2004).
                                         
Pengertian Stress Menurut Para Ahli
Hardjana (1994) mendefinisikan stres sebagai suatu keadaan atau kondisi yang tercipta dalam proses transaksi orang yang mengalami stres dan hal yang dianggap yang mendatangkan stres sehingga membuat orang yang bersangkutan melihat ketidak sepadanan yang bersifat nyata maupun tidak nyata, antara keadaan atau kondisi dan sistem sumber daya biologis, psikologis, dan sosial yang ada padanya.
Menurut Wangsa ( 2010) istilah stres berasal dari kata “stringere “  yang mempunyai arti ketegangan, dan tekanan. Stres merupakan reaksi yang tidak diharapkan yang muncul disebabkan oleh tingginya tuntutan lingkungan kepada seseorang. Dimana harmoni atau keseimbangan antara kekuatan dan kemampuannya terganggu.

Menurut Robbins (2001) stress juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai suatu kesempatan dimana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang. Dan apabila pengertian stress dikaitkan dengan penelitian ini maka stress itu sendiri adalah suatu kondisi yang mempengaruhi keadaan fisik atau psikis seseorang karena adanya tekanan dari dalam ataupun dari luar diri seseorang yang dapat mengganggu pelaksanaan kerja mereka.
Menurut Woolfolk dan Richardson (1979) menyatakan bahwa adanya system kognitif, apresiasi stress menyebabkan segala peristiwa yang terjadi disekitar kita akan dihayati sebagai suatu stress berdasarkan arti atau interprestasi yang kita berikan terhadap peristiwa tersebut, dan bukan karena peristiwa itu sendiri.Karenanya dikatakan bahwa stress adalah suatu persepsi dari ancaman atau dari suatu bayangan akan adanya ketidaksenangan yang menggerakkan, menyiagakan atau mambuat aktif organisme.
Sedangkan menurut Handoko (1997), stress adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Stress yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungannya.
Lazarus (1984) menjelaskan bahwa stress juga dapat diartikan sebagai:
  • Stimulus, yaitu stress merupakan kondisi atau kejadian tertentu yang menimbulkan stress atau disebut juga dengan stressor. 
  • Respon, yaitu stress merupakan suatu respon atau reaksi individu yang muncul karena adanya situasi tertentu yang menimbulkan stress. Respon yang muncul dapat secara psikologis, seperti: takut, cemas, sulit berkonsentrasi dan mudah tersinggung.
Penyebab Stress
Seseorang dapat mengalami stres disebabkan oleh beberapa faktor :
  1. Faktor Eksternal
Faktor eksternal berasal dari luar diri manusia, seperti lingkungan dan keadaan. Contoh dari faktor eksternal adalah karyawan yang diphk, mahasiswa dengan tugas banyak, seseorang mengalami kejadian duka.
  1. Faktor Internal
Faktor internal stress berhubungan erat dengan faktor dari diri sendiri dan keadaannya. Misalnya, harapan yang terlalu tinggi dan sulit mencapainya, ketakutan akan seuatu hal, trauma dll.
Coping stress
Coping adalah proses dimana seseorang mengatur kenyataan atau persepsi mereka terhadap kenyataan yang bertentangan dengan harapan kita dan sumber pemenuhan harapan pada situasi stress.
Menurut Radley (1994), Coping stres yaitu sebagai penyesuaian secara kognitif dan perilaku menuju keadaan yang lebih baik, mengurangi dan bertoleransi dengan tuntutantuntutan yang ada yang mengakibatkan stres.
Untuk penanganan stress, coping memiliki dua jenis fungsi yaitu coping yang terfokus pada emosi dan yang terfokus pada masalah atau problem.
1.Emotion-focused coping
Fungsi dari coping ini adalah untuk mengatur respon emosi dari seseorang melalui perilaku. Contohnya adalah minum alcohol atau mencari dukungan sosial
2.Problem-focused coping
Untuk menangani stress, coping ini lebih menekankan pada pengurangan tuntutan dari stressor atau menambah jumlah sumber daya yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Cara utamanya adalah dengan percaya bahwa mereka dapat mengubah situasi.
Ada banyak jenis metode pada coping stress. Metode-metodenya antara lain direct action (aksi langsung), seeking information (pencarian informasi), turning to other(pembelokan ke yang lain), resigned acceptance(berhenti menerima), emotional discharge (pembebasan emosi), intrapsychic processes(proses jiwa)
Coping pada seseorang tergantung pada dimana tingkat kehidupan orang tersebut. Ada beberapa cara untuk menjadikan coping lebih efektif yaitu :
•  Farmakologi
•  Metode perilaku dan kognitif
•  Meditasi dan hypnosis

Teori Kepribadian Sehat Menurut :
Gordon Allport
Minat Allport terhadap pribadi yang sehat secara psikologis dimulai tahun 1922, yaitu ketika mendapatkan gelar Ph.D. menurut Allport pribadi yang sehat biasanya mempunyai masa kecil yang relative tidak traumatis walaupun pada tahun-tahun berikutnya mereka dapat menghadapi konflik dan penderitaan, orang-orang yang sehat secata psikologi tidak terbebas dari kelemahan-kelemahan ataupun keanehan-keanehan yang membuat mereka unik. Selain itu, usia juga tidakdiperlukan untuk kedewasaan, walaupun manusia yang sehat kleihatan menjadi lebih dewasa saat mereka bertambah umurnya.
Carl Rogers
Roger berpendapat bahwa kepribadian yang sehat, yaitu bukan merupakan suatu keadaan yang ada, melainkan suatu proses “suatu arah bukan suatu tujuan”. Aktualisasi berlangsung terus dan statis. Tujuan, yakni orientasi ke masa depan, menarik individu kedepan dan mengembangkan segala segi dari diri.
Aktualisasi diri merupakan proses yang sukardan kadang-kadang menyakitkan. Aktualisasi diri merupakan ujian, rentangan, dan pecutan terus menerus terhadap kemampuan seseorang.
Aktualisasi diri yakni mereka benar-benar adalah diri mereka sendiri. Mereka tidak bersembunyi dibalik topeng, yang berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan diri mereka sebenarnya.
Roger memberikan lima tanda-tanda orang yang melakukan aktualisasi diri :
1.        Keterbuka pada pengalaman
Kepribadian adalah fleksibel, tidak hanya mau menerima pengalaman-pengalaman yang diberikan oleh kehidupan, tetapi dapat menggunakannya dalam membuka esempatan-kesempatan persepsi dan ungkapan baru. Sebaliknya kepribadian defensif beroperasi menurut syarat-syarat penghargaan adalah statis, tersembunyi dibelakang peran-peranan, tidak dapat menerima atau bahkan mengetahui pengalaman-pengalaman tertentu. Orang yang berfungsi sepenuhnya dapat dikatakan lebih emosional karena mereka mengalami banyak emosi baik yang positif maupun negatif
2.    Kehidupan eksistensial
Orang yang berfungsi sepenuhnya, aktualisasi diri, akan hidup sepenuhnya dalam setiap momen kehidupan karena ia terbuka pada setiap pengalaman. Pengalaman selalu dirasa segar dan baru. Ia tidak akan beperasangka dan mudah menyesuaikan diri terhadap pengalaman sehingga tidak harus memanipulasi apa yang dialaminya sehingga mereka dapat dengan bebas berpartisipasi didalamnya.. Menurut Rogers, kehidupan eksistensial ini merupakan ciri terpenting kepribadian yang melakukan aktualisasi diri/keperibadian yang sehat.
3.    Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri
Orang yang sehat akan terbuka pada pengalaman sehingga ia menerima semua informasi yang ada, informasi dapat berisi kebutuhan-kebutuhan, tuntutan-tuntutan sosial, ingatan-ingatan pada situasi yang serupa pada masa sekarang. Individu yang sehat dapat membiarkan seluruh organisme mempertimbangkan setiap hal, dari suatu situasi dengan.
Faktor emosional maupun intelektual, akan menyerap semua informasi yang diterima. Hal ini menjadikannya dalam membuat keputusan dapat mempercayai organismenya sendiri, intuisinya, impuls-impuls yang timbul seketika. Ia menjadi spontan namun tidak terburu-buru (tidak mempertimbangkan konsekuensi tindakan). Ia percaya dirinya sendiri.
4.    Persaaan bebas
Orang yang sehat dapat memilih dengan bebas tanpa adanya paksaan-paksaan atau rintangan-rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan. Ia memiliki perasaan berkuasa secara peribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya, tidak diatur oleh tingkah laku keadaan atau peristiwa masa lampau. Karena merasa bebas dan berkuasa, ia menjadi mampu melihat banyaknya pilihan dalam kehidupan dan mampu melakukan pilihan-pilihan tersebut sesuai kehendaknya.
5.    Kreativitas
Roger percaya bahwa, orang yang berfungsi sepenuhnya lebih mampu menyesuaikan diri dan bertahan terhadap perubahan-perubahan yang drastis dalam kondisi lingkungan, mereka memiliki kreativitas dan spontanitas untuk menggulangi perubahan-perubahan traumatis.


sumber :
http://afiantika.blogspot.com/2013/05/kepribadian-sehat-menurut-carl-roger.html
http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/2153667-coping-life-style/
Feist, Jess.,&Feist, Gregory. (2010). Teori Kepribadian. Buku 2. Jakarta: Salemba Humanika.   
http://www.psychologymania.com/2012/05/pengertian-stress.html
http://kajianpsikologi.blogspot.com/2012/02/definisi-stres.html