Minggu, 09 November 2014

perencanaan penetpan dan pengornaisasian dalam struktur manajemen



Perencanaan
Suatu proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai suatu tujuan perusahaan tersebut dan tidak berhenti pada bagaimana perusahaan membuat strategi tapi mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi yang berguna untuk kelangsungan pencapaian suatu tujuan perusahan. Perencanaan merupakan prosses yang sangat penting dalam menejemen, karena tanpa perncanaan dalam perusahaan fungsi seperti pengorganisasian, pengarahan dan pengontrolan tidak akan berarti.
Pada artikel diatas, pemerintah memberikan perhatian yang tinggi pada perkembangan ekonomi di Indonesia dan pemerintah telah mempunyai target dalam mencapai tujuannya. Untuk itu diperlukan suatu perencanaan. Perencanaan yang pemerintah buat dalam pembangunan yang saling terkait, yaitu.
a.       Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RP JPN)
b.      Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RP JMN)
Masterpian Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

Kamis, 09 Oktober 2014

Upaya Membuat Perusahaan Sukses dan Terkenal

Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula yang tidak. Bagi perusahaan yang terdaftar di pemerintah, mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaannya. Badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi.
Dalam memajukan atau mensukseskan suatu perusahaan perlu diperhatikan beberapa hal. Yaitu, dimulai dari segi pemimpin perusahaan, karyawan, etika kerja dan budaya organisasi yang saling mempengaruhi.
Dari segi pemimpin, suatu perusahaan harus mempunyai pemimpin yang punya karakteristik kepemimpinan. Dengan adanya karakteristik kepemimpinan itu seseorang dapat mempengarui orang lain, karakteristik ini akan efektif jika ada interaksi antara karakter pribadi dan situasi.
  • Menurut Contingen Theory dikembangkan oleh Fred Fields (Fiedl. 78)
Bicara tentang efektifitas leadership yang dipengaruhi oleh interaksi antara karakteristik seorang leader dan situasi dan mampu mengontrol situasi. Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi ke efektifitasan :
1.      Interaksi leader dan follower
2.      Struktur penugasan
3.      Otoritas
  • Path – Goal Theory (lebih focus kepada perilaku seorang leader untuk mengoptimalkan bawahannya untuk mencapai suatu tujuan).
Ada empat gaya kepemimpinan yang mendorong bawahannya agar mencapai tujuan:
1.      Directif leadership (menunjukan apa yang harus dilakukan atau tidak, menunjukan arah).
2.      Suportif (mendukung), bawahan melakukan kemauan sendiri untuk mencapai goal.
3.      Partisipasi Leadership (bawahan diajak diskusi dalam mengambil suatu keputusan) sama – sama berfikir.
4.      Achievment Oriented Leadership (leader menentukan target pada karyawan).
Diantara keempat gaya kepemimpinan ini tidak ada benar dan tidak ada yang salah, semua hanya tergantung pada situasi.
  • Leader – member exchange theory (Grean dkk, 75)
Bagaimana interaksi antara leader dan memberi mempengaruhi proses kepemimpinan (harus rukun). Contohnya : supervisor dengan bawahan hubungannya terjalin dengan baik. Dengan theory ini bawahan menjadi berguna (diberdayakan).
  • Implict Leadership
Seorang good leader, dapat atau mau mengubah cara kepemimpinannya sesuai situasi. Akan tetapi anggapan good leader itu tergantung dari persepsi bawahannya.
selain itu ada beberapa gaya kepemimpinan yang dapat mempengaruhi kemajuan atau kesuksesan perusahan.
1)      Otoriter vs Demokratis
Pada otoriter kekuasaan di pegang penuh oleh leader (baik keputasan atau situasi). Sementara, pada demokratis bukan hanya leader yang membuat keputusan tapi bawahan dapat berpartisipasi.
2)      Transaksional vs Transformasi
Pada transaksional gaya pemimpinannya leader menentukan target pada karyawan, leader juga menujukan arah seperti apa yang harus dilakukan dan yang tidak. Tetapi tetap ada feedback. Sementara transformasi, leader menginspirasi bawahannya, menciptakan suasan yang nyaman
3)      Pemimpin Karismatik
Memiliki pribadi yang kuat (bukan berarti dominan), seseorang yang punya karisma dan pemimpin yang memiliki visi yang jelas.
Dari segi karyawan, agar perusahaan dapat mensukseskan perusahaan harus ada motivasi dalam bekerja, kejujuran, kesetiaan pada perusahaan,aktif,mampu memberi ide – ide atau pendapat dalam musyawarah pengambilan keputusan. Selain itu karyawan yang tidak dalam keadaan stress lebih dapat bekerja optimal, lalu perusahaan juga harus memperhatikan tunjangan – tunjangan terhadap kehidupan karyawan karena bagaimana pun karyawan atau bawahan adalah manusi. Dengan dipenuhi seluruh haknya dengan adil besar kemungkinan karyawan akan melaksanakan kewajibannya dengan maksimal dan akan membawa perusahaan itu kearah yang lebih bagus bahkan dapat mencapai tujuan.
Budaya Organisasi adalah bagaimana seseorang dalam berorganisasi berbagai nilai hidup, keyakinan dan tradisi. Secara umum, budaya organisasi ialah cara berfikir inovatif dari para anggota organisasi yang membedakan anggota organisasi A dan anggota organisasi B. Budaya organisasi tersebut dibentuk oleh anggota organisasi.
Etika di tempat Kerja. Pada dasarnya etika kerja itu tergantung budaya organisasi dalam perusahaan tersebut. Mampu kah para anggota baik leader atau karyawan menaati peraturan yang sudah dibuat sehingga ada aturan baku yang tidak bisa dilanggar.

CARA AGAR PERUSAHAAN LEBIH TERKENAL
Cara paling ampuh pada saat ini dalam hal promosi adalah internet. Dengan internet kita dapat memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat luas. Beberapa contoh fungsi internet dapat membuat perusahaan terkenal.
  1. Membuat Fans Page Facebook
Selain untuk berpromosi tentang produk atau jasa yang ditawarkan perusahan, dapat memperkenalkan perusahaan. Tampilkan segala kelebihan dan Keuntungan yang terdapat dalam perusahaan.
  1. Blog
Melalui blog kita dapat pula mempromosikan perusahan atau produk kita. Kita punya halaman sendiri sehingga dapat memberi informasi yang begitu luas tentang perusahaan.
  1. Memanfaatkan Media Iklan di Internet
Iklan PPC, adalah sebuah jenis iklan di mana perusahaan hanya akan membayar untuk setiap klik yang terjadi pada iklan yang dipasang. Contoh iklan PPC ini misalnya iklan di Google Adwords, iklan di Facebook, dan banyak lagi berbagai layanan iklan PPC lainnya.
Iklan dalam bentuk video, media video juga bisa dijadikan sebagai sarana beriklan. Anda bisa coba buat video promosi, lalu sebarkan video tersebut di Youtube, maka nanti akan semakin banyak orang yang tahu mengenai produk tersebut.
  1. Logo
Dengan membuat suatu logo perusahaan itu akan mudah diingat oleh masyarakat luas. Logo yang menarik akan mudah diingat dan disukai.


sumber :
http://jefferlysuperclub.com/cara-cara-super-menjadikan-perusahaan-anda-dikenal-lewat-internet/

Jumat, 23 Mei 2014

Penyesuaian Diri

Penyesuaian Diri

Penyesuaian diri dalam Bahasa inggris disebut adjustment atau personal adjustment. Pengertian penyesuain diri adalah suatu proses dimana individu mampu melakukan penyesuaian atau adanya perubahan tingkah laku, pola pikir agar tercipta hubungan baik antara individu dan lingkungannya. Dengan melakukan suatu penyesuaian diri itu dapat membuat individu tersebut sehat secara fisik dan mentalnya. Karena tidak ada rasa cemas, resah atau perasaan tidak diterima (terasingkan) karena tidak mampu melakukan penyesuain diri. Menurut Schneiders, penyesuaian diri itu dapat dilihat dari tiga sudut pandang :
1.      Penyesuaian diri sebagai adaptasi (adaptation)
Penyesuaian diri sebagai adaptasi berarti individu lebih kearah fisik, fisiologis atau biologis. Sebagai contoh, seorang yang pindah ke daerah tropis mampu menyesuaikan dengan iklim tersebut.
2.      Penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas (conformity)
Individu mampu menghidari diri dari penyimpangan, baik secara moral,social dan emosional (berkaitan dengan norma).
3.      Penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan (mastery)
Kemampuan individu merencanak atau mengorganisasi stimulus yang ada sehingga tidak timbul konflik yang meberikan kesulitan untuk individu tersebut.

Konsep Penyesuaian Diri yang Sehat

Penyesuaian diri yang sehat itu berhubungan dengan Kesehatan Mental, walau berhubungan tetapi tidak mudah ditetapkan. Kesehatan mental merupakan suatu hal yang penting karena sangat dibutuhkan untuk penyesuaian diri yang baik dan begitu juga sebaliknya. Apabila seseorang sehat secara mental otomatis dia mampu melakukan penyesuaian diri yang baik atau sehat. Dapat dikatakan kesehatan mental adalah kunci utama untuk penyesuaian diri (Scott,1961).
Karakteristik Penyesuaian diri yang sehat, antara lain :
1.   Mampu menilai dirinya sebagaimana adanya

2.   Mampu menilai situasi secara realistik

3.   Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistic

4.   Menerima  tanggung jawab

5.   Kemandirian

6.   Dapat mengontrol emosi

7.   Berorientasi tujuan

8.   Berorientasi keluar

9.   Penerimaan sosial

10. Memilki filsafat hidup

11. Berbahagia


Selain berhubungan dengan kesehatan mental, penyesuaian diri yang sehat berarti kita menyesuaikan diri terhadap hal-hal positif. Seperti yang dikemukakan oleh Hariyadi dkk.

Menurut Hariyadi dkk. (2003) terdapat beberapa karakteristik penyesuaian diri yang positif, diantaranya:

1. Kemampuan menerima dan memahami diri sebagaimana adanya. Karakteristik ini mengandung pengertian bahwa orang yang mempunyai penyesuaian diri yang positif adalah orang yang sanggup menerima kelemahan-kelemahan, kekurangan-kekurangan di samping kelebihan-kelebihannya. Individu tersebut mampu menghayati kepuasan terhadap keadaan dirinya sendiri, dan membenci apalagi merusak keadaan dirinya betapapun kurang memuaskan menurut penilaiannya. Hal ini bukan berarti bersikap pasif menerima keadaan yang demikian, melainkan ada usaha aktif disertai kesanggupan mengembangkan segenap bakat, potensi, serta kemampuannya secara maksimal.

2. Kemampuan menerima dan menilai kenyataan lingkungan di luar dirinya secara objektif, sesuai dengan perkembangan rasional dan perasaan. Orang yang memiliki penyesuaian diri positif memiliki ketajaman dalam memandang realita, dan mampu memperlakukan realitas atau kenyataan secara wajar untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Ia dalam berperilaku selalu bersikap mau belajar dari orang lain, sehingga secara terbuka pula ia mau menerima feedback dari orang lain.

3. Kemampuan bertindak sesuai dengan potensi, kemampuan yang ada pada dirinya dan kenyataan objektif di luar dirinya. Karakteristik ini ditandai oleh kecenderungan seseorang untuk tidak menyia-nyiakan kekuatan yang ada pada dirinya dan akan melakukan hal-hal yang jauh di luar jangkauan kemampuannya. Hal ini terjadi perimbangan yang rasional antara energi yang dikeluarkan dengan hasil yang diperolehnya, sehingga timbul kepercayaan terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungannya.

4. Memiliki perasaan yang aman dan memadai Individu yang tidak lagi dihantui oleh rasa cemas ataupun ketakutan dalam hidupnya serta tidak mudah dikecewakan oleh keadaan sekitarnya. Perasaan aman mengandung arti pula bahwa orang tersebut mempunyai harga diri yang mantap, tidak lagi merasa terancam dirinya oleh lingkungan dimana ia berada, dapat menaruh kepercayaan terhadap lingkungan dan dapat menerima kenyataan terhadap keterbatasan maupun kekurangan-kekurangan dan lingkungan-nya.

5. Rasa hormat pada manusia dan mampu bertindak toleran Karakteristik ini ditandai oleh adanya pengertian dan penerimaan keadaan di luar dirinya walaupun sebenarnya kurang sesuai dengan harapan atau keinginannya.

6. Terbuka dan sanggup menerima umpan balik Karakteristik ini ditandai oleh kemampuan bersikap dan berbicara atas dasar kenyataan sebenarnya, ada kemauan belajar dari keadaan sekitarnya, khususnya belajar mengenai reaksi orang lain terhadap perilakunya.

7. Memiliki kestabilan psikologis terutama kestabilan emosi Hal ini tercermin dalam memelihara tata hubungan dengan orang lain, yakni tata hubungan yang hangat penuh perasaan, mempunyai pengertian yang dalam, dan sikapnya wajar.

8. Mampu bertindak sesuai dengan norma yang berlaku, serta selaras dengan hak dan kewajibannya.

9. Individu mampu mematuhi dan melaksanakan norma yang berlaku tanpa adanya paksaan dalam setiap perilakunya. Sikap dan perilakunya selalu didasarkan atas kesadaran akan kebutuhan norma, dan atas keinsyafan sendiri.


Daftar Pustaka :
http://belajarpsikologi.com/pengertian-penyesuaian-diri/
http://himcyoo.wordpress.com/2012/05/12/1763/